Foto-Foto di Mojosemi Forest Park

Pengobatan Kanker dan penyakit lainnya dengan Herbal

Dalam dunia kedokteran di kuliah Farmakologi mempelajari obat yang berdasar tumbuh-tumbuhan atau yang di sebut Fitofarmaka. Era sekarang ini sedang ada trend pengobatan kembali ke alam atau lebih sering di bilang "Herbal". WHO sendiri telah menyarankan pengobatan dengan basic alam. Di Indonesia oleh Menteri Kesehatan pada 2010 telah menganjurkan dokter umum untuk mempelajari herbal. Dan dalam perkembangan di Kementerian sendiri juga telah memasukan pengobatan herbal atau bisa dibilang jamu dalam pelayanan formal.

 Dokter Ujang Hermawan pada tahun 2004 sewaktu bertugas di Indramayu dan tepatnya di Puskesmas Cantigi dan Puskesmas Cidempet tinggal di desa arahan kidul. Sebuah desa yang masuk di kecamatan Arahan,Indramayu. Di daerah ini sebetulnya tidak begitu jauh dari kota kabupaten Indramayu. Tetapi karena di batasi sebuah sungai besar sehingga seperti jauh. Didaerah itu ada 3 kecamatan yang di batasi oleh sungai besar dengan kota kabupaten. Dalam perkembangannya melihat angka kesakitan dan angka kematian yang lumayan tinggi,dr Ujang Hermawan menyarankan atau tepatnya meminta Kepala Dinas Kesehatan untuk peningkatan grade untuk Puskesmas biasa menjadi Puskesmas Perawatan sehingga akses pelayanan lebih mudah dan cepat dan Alhamdulliah di setujui. Kedua melihat kondisi wilayah tadi malah menjadikan sebuah tantangan bagaimana kasus-kasus berat tadi di obati tanpa operasi atau perawatan RS lainnya. Atas saran seseorang yang telah dianggap sebagai Bapak sendiri,di sarankan untuk menggunakan pengobatan herbal/jamu. Mulailah Dr Ujang Hermawan mengembangkan pengobatan dengan terapi herbal.

 Dari beberapa kasus seprti kista,mioma,ca cervix,diabetes militus,haid abnormal dan lain-lain mendapatkan hasil yang signifikan/sembuh dan beberapa memang tidak responsif dan karena dokter bertempat praktek jauh di desa arahan kidul akhirnya Beberapa pasien yang tinggal di kota menyarankan untuk pindah ke kota Indramayu biar mereka mudah mengakses tempat praktek dokter tapi dr ujang memilih tinggal di desa. Selama 3 tahun di Indramayu merupakan pengalaman luar biasa baik dari segi pengalaman medis,kultur,sosial dan budaya.

 Setelah menikah dokter Ujang Hermawan pindah ke Solo karena memang sang istri tidak mau tinggal di Jakarta yang ruwet. Istri yang Orang tuanya tinggal di Madiun menjadikan basic konsultasi herbal bisa di lakukan di Madiun.

 Ini berawal ada teman dari adik istri (sekarang Alhamdulillah menjadi seorang guru SD Santa Maria,Madiun)menderita Kanker tulang ganas (osteosarcoma) dan telah mendapat terapi dokter Orthopedi dan juga 3 kali kemoterapi. Dan pada saat itu pasien sedang persiapan sebuah operasi,tiba-tiba sang teman tadi melarikan diri dan menuju ke rumah adik istri yang bernama Indra,yang kemudian menyarankan ke kakaknya (dr Ujang Hermawan). Ketika berkunjung ke rumah mertua di Jalan Salak madiun teman Indra yang berinisial "I" berkonsultasi tentang semuanya. Kemudian oleh dr Ujang Hermawan di sarankan untuk meminta ijin Orang Tuanya untuk memperbolehkan "I" mendapat terapi herbal dan Alhamdulillah selama pengobatan rutin 6 bulan sembuh. Sembuh di sini juga di nyatakan oleh dokter Orthopaedi dan pemeriksaan lainnya.

 Dan sekarang selain menjadi ibu guru I juga menjadi ibu rumah tangga dan sebagai ibu sesungguhnya untuk si bayi yg lahir 2 bulan yang lalu

 Dalam perkembangan selanjutnya setiap sebulan sekali dokter Ujang hermawan menerima konsultasi terapi herbal di Jalan Salak Madiun (selain di tempat prakteknya sekarang). ​

Comments